Keragaman genetik species Penicillium yang diisolasi dari berbagai tempat di Serawak Malaysia
Journal of Cell and Molecular Biology 7(2) & 8(1): 13-23, 2010
Haliç University, Printed in Turkey.
http://jcmb.halic.edu.tr
Koleksi isolat jamur Penicillium spp. yang ada di Serawak Malaysia berasal dari berbagai sumber diantaranya tanah mangrove, seresah daun, tanah gambut, tanaman kedelai dan pohon rambutan.. Identifikasi dilakukan terhadap 20 isolat Penicillium. Adapun karakter yang damati adalah karakter morfologi dan molekuler. Secara morfologi karakter yang diamati adalah konidiorof (panjang konidiofor, sistem percabangan dan bentuk konidiofor) selain itu dilihat juga warna koloni, tekstur, pertumbuhan koloni, eksudat¸ bau, zonasi dan pigmentasi yang dihasilkan. Isolat Penicillium ditumbuhkan pada media MEA dan CYA. Hasil identifikasi dicocokan dengan sumber berupa catatan deskripsi International Mycological Institute (IMI). Pengamatan secara molekuler dimulai dari isolasi DNA dengan cara ekstraksi cepat menggunakan metode yang dilakukan oleh Taylor dan Natvig (1987) yaitu misellium jamur di campur dengan 25 – 30 bufer tris EDTA kemudian divortek untuk mendapatkam DNA. Langkah selanjutnya dilakukan amplifikasi PCR menggunakan dua primer yaitu M 13 dan OPD 10. Proses amplifikasi PCR (RAPD) mengikuti pola Biometra T Gradient. Fragmen DNA dapat dilihat menggunakan elektroforesis gel agarosa dan difisualisasi di atas UV transilluminator. Data dilihat dari ada tidaknya band (pita) dari masing-masing species yang dibandingkan dengan pita marker yang digunakan. Data yang ada diberi nilai 1 sedangkan data yang tidak ada diberi nilai 0. kemudian data dianalisis menggunakan analisis genetic perangkat lunak (NTSYSpc) versi 2.2. Hasilnya dapat dilihat berupa pengelompokkan masing-masing isolat pada dendogram atau pohon filogeni. Dari data klasifikasi secara morfologi dan molekuler, menunjukkan bahwa perbandingan data secara molekuler pada umumnya selaras dengan data morfologi. Sehingga pengelompokkan isolat jadi lebih benar. Hasil amplifikasi menggunaka primer M13 menunjukkan korelasi 79% dengan karakter morfologi. Sedangkan pengelompokkan menggunakan primer OPD 10 menunjukkan korelasi 69% dengan karakter morfologi. Dengan menggunakan analisis molekuler, isolat yang semula dianggap berbeda karena ada sedikit perbedaan morfolgi di kelompokkan menjadi satu kelompok. Selain itu isolat yang berasal dari tempat yang sama tidak selalu dikelompokkan menjadi satu kelompok karena secara morfogi maupun molekuler berbeda. Jadi dapat disimpulkan analisis secara molekuler terhadap Penicillium selaras dengan karakter morfologi, walaupun tidak selalu mutlak sama. Tetapi analisis molekuler sebagai penguat terhadap karakter morfolgi. Pengelompokkan solat penicillium yang diisolasi dari berbagai tempat di daerah serawak Malaysia tidak selalu ditentukan oleh sumber isolat yang sama.
Hello world!
Welcome to your brand new blog at Edublogs.
To get started, simply log in, edit or delete this post and check out all the other options available to you.
Also, if not already, please consider becoming an Edublogs Pro User – you can remove ads from yours and 50 other student blogs (which also get extra themes and mobile blogging), upload up to 10GB or audio, video and every other sort of content and access great features under your ‘Plugins’ menu.
And you get premium email support and over 130 extra cool themes too.
Pro users are what keeps Edublogs running and providing free blogs for education, so give it a go today
For assistance, visit our comprehensive support site, check out our getting started with Edublogs guide or stop by The Edublogs Forums to chat with other edubloggers.
You can also subscribe to our brilliant free publication, The Edublogger, which is jammed with helpful tips, ideas and more.
And finally, if you like Edublogs but want to be able to simply create, administer, control and manage hundreds of student and teacher blogs at your school or college, check out Edublogs Campus… it’s like Edublogs in a box, all for you.
Thanks again for signing up with Edublogs!
